LPM
Login
KWT Tanjung Asri: Menguatkan Kemandirian Perempuan melalui Pertanian dan Pemberdayaan Masyarakat
Home » Uncategorized  »  KWT Tanjung Asri: Menguatkan Kemandirian Perempuan melalui Pertanian dan Pemberdayaan Masyarakat
KWT Tanjung Asri: Menguatkan Kemandirian Perempuan melalui Pertanian dan Pemberdayaan Masyarakat

Bantul, Yogyakarta — Kelompok Wanita Tani (KWT) Tanjung Asri menjadi salah satu contoh semangat perempuan dalam mengembangkan potensi pertanian sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Berlokasi di Padukuhan Kadipiro, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, kelompok ini menjadi ruang bagi perempuan untuk belajar, bekerja sama, dan mengembangkan berbagai kegiatan produktif berbasis pertanian.

KWT Tanjung Asri berdiri pada 22 Januari 2021 dan telah mendapatkan registrasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul dengan nomor register 02.15.03.17.KWT. Kelompok ini memiliki 20 anggota dengan Idah Maryamah sebagai ketua.

Dari Kebun Kolektif hingga Kegiatan Produktif

Kegiatan KWT Tanjung Asri tidak hanya berfokus pada aktivitas pertanian, tetapi juga dikembangkan melalui beberapa bidang kegiatan. Dalam struktur organisasinya terdapat seksi Humas & Produksi, Kebun Kolektif, serta Pemasaran. Pembagian peran tersebut menunjukkan adanya upaya kelompok untuk mengelola kegiatan secara lebih terarah, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Melalui kebun kolektif, para anggota terlibat langsung dalam berbagai aktivitas budidaya tanaman. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keterlibatan anggota dalam penanaman, perawatan tanaman, hingga pemanenan dan pengelolaan hasil pertanian.

Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran bersama. Anggota dapat saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan tanaman, pemanfaatan lahan, serta pengembangan kegiatan pertanian yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

https://images.openai.com/static-rsc-4/o3XVwUBeu7EPApD77Ltr681OU7kbZPmQR9teCQ2yQhnsvO7eBG-z9P8VbvLv2fnX4sI9JEMf_eBa38G69ZouFcCsdqyAfxmkO0Aot5l6-SGdfvH1Aus-wmZT4575EbobVdMnP2ugHpSm2-rmgDPqCkUjbYCpkh7yMv5ORWuagENBKnCqBDbuAK7XFMf_0mKJ?purpose=fullsize
https://images.openai.com/static-rsc-4/UqH6lho-hQQJtsvSViFSEN1MFg6bsQTWlOBULqpBaDRTxKm0CrQLBHVcSsgK1OWBFokfnNctLmCkr896afYiP0rX9eIUCJOGjOP5lX6c5r9T_Ok9fMfz7hx8KFgfp9ql3mGhFCH68j63J2O67o-0zBAOmxZ-nQxF7643VvPsGxdn_PiNgBR_SmIYsSp6pNK0?purpose=fullsize
https://images.openai.com/static-rsc-4/tfyCEdVejzkPu2WNXT0PEcnRtxswIGLpS8DMe4F9mhKOH8HiYoyA3_3tRH3mmH_lZUqdBUttHfTYAw0hgwYOYEwyVsDXkFf5Rn72f8_f1cDnUcdQy4vQFj8rOie4FX0n3nlJvxVhK9BE2osXAxWv9mOOGzYrkemhe06Eu47cyd0_dV_HdvgWGw5zqtKWWa-I?purpose=fullsize
6

Mendorong Kolaborasi dan Transfer Pengetahuan

Semangat kolaborasi menjadi bagian penting dalam perjalanan KWT Tanjung Asri. Dokumentasi kegiatan dalam profil kelompok memperlihatkan adanya berbagai aktivitas bersama yang melibatkan anggota kelompok maupun pihak lain.

Salah satu dokumentasi menunjukkan kegiatan kunjungan dan pembelajaran bersama mahasiswa atau peserta kegiatan yang berinteraksi langsung dengan anggota KWT. Kegiatan semacam ini membuka ruang terjadinya transfer pengetahuan dan pengalaman, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga menjadi mitra dalam proses pembelajaran.

Bagi perguruan tinggi, keberadaan kelompok seperti KWT Tanjung Asri menjadi peluang strategis untuk mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.

Pertanian sebagai Ruang Pemberdayaan Perempuan

KWT Tanjung Asri memperlihatkan bahwa kegiatan pertanian dapat menjadi lebih dari sekadar aktivitas produksi. Pertanian juga dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat peran perempuan dalam kehidupan masyarakat.

Keterlibatan anggota dalam berbagai aktivitas, mulai dari kebun hingga pengolahan hasil, menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dibangun melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan pengelolaan yang dilakukan secara bersama, potensi yang dimiliki anggota dapat dikembangkan menjadi kekuatan kelompok.

Potensi Pengembangan dan Hilirisasi

Kegiatan yang telah dilakukan KWT Tanjung Asri juga menunjukkan adanya potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui inovasi teknologi, peningkatan kapasitas produksi, pengolahan hasil pertanian, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan produk bernilai tambah.

Di sinilah perguruan tinggi memiliki peran strategis. Melalui pendampingan dan kolaborasi, berbagai pengetahuan dan teknologi hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

LPPM INSTIPER dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut dengan mendorong kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan kelompok masyarakat dalam mengembangkan inovasi pertanian yang aplikatif dan berkelanjutan.

KWT Tanjung Asri, Mitra Potensial untuk Pengabdian

Dengan struktur organisasi yang jelas, anggota yang aktif, kebun kolektif, serta pengalaman dalam berbagai kegiatan pertanian dan pemberdayaan, KWT Tanjung Asri memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai kelompok masyarakat yang produktif.

Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelompok masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam mendorong lahirnya inovasi pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

KWT Tanjung Asri membuktikan bahwa ketika masyarakat bergerak bersama, potensi lokal dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan perubahan.

Bersama masyarakat, mengembangkan inovasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian.

Data Profil KWT Tanjung Asri

  • Nama: Kelompok Wanita Tani (KWT) Tanjung Asri
  • Alamat: Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul
  • Berdiri: 22 Januari 2021
  • Ketua: Idah Maryamah
  • Jumlah anggota: 20 orang
  • Kegiatan/bidang: Humas & Produksi, Kebun Kolektif, dan Pemasaran
  • Dokumentasi: kegiatan kebun kolektif, penanaman, pengelolaan hasil pertanian, serta kegiatan pembelajaran/kolaborasi.